7 Perusahaan Game Ternama yang Terpaksa Gulung Tikar, Gara-gara EA?

Bekerja di perusahaan pengembang video game nggak seperti yang orang-orang bayangkan. Meskipun industri game saat ini sedang jaya-jayanya, namun resikonya juga semakin tinggi, geng.

Banyak banget karyawan perusahaan game yang bekerja dalam kondisi memprihatinkan. Mulai dari beban kerja yang berat banget, hingga ketidakpastian akan masa depan perusahaannya.

Dalam proses produksi, perusahaan harus mengucurkan dana supaya game bisa tercipta dengan baik. Semua akan sia-sia apabila ternyata game-nya gagal.

7 Perusahaan Game Raksasa yang Terpaksa Gulung Tikar

Perusahaan penghasil game-game besar sudah banyak sekali. Namun, nggak semuanya memiliki nasib yang beruntung alias bisa bertahan hingga detik ini.

Dalam artikel berikut, Jaka akan memberitahu kamu mengenai perusahaan game penghasil judul-judul game besar yang terpaksa harus gulung tikar karena beragam alasan.

Daripada menunggu lebih lama, berikut adalah 7 perusahaan game raksasa yang terpaksa harus gulung tikar. Check it out!

1. Neversoft Entertainment (1994 – 2014)

1 A53ae

Kalau kamu adalah penggemar game-game legendaris di konsol PlayStation 2, mungkin kamu sudah pernah melihat atau mendengar nama Neversoft Entertainment.

Perusahaan ini adalah pengembang game Tony Hawk’s Pro Skater series, Guitar Hero Series, dan game Spiderman era 2000-an, geng.

Didirikan pada tahun 1994, Neversoft merasakan kejayaannya di era 2000-an setelah dibeli oleh Activision pada tahun 1999.

Activision lalu menggabungkan kedua anak perusahaannya, yakni Neversoft dan Infinity Ward pada 3 Mei 2014. Neversoft membantu Infinity Ward dalam mengembangkan Call of Duty: Ghost.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya bulan Juli 2014, Neversoft Entertainment gulung tikar, tepat di 20 tahun usia mereka, geng. Sedih banget, yah..

2. Maxis Emeryville (1987 – 2015)

22 92176

Pada tahun 2015 kemarin, terdengar berita kurang mengenakkan dari Electronic Arts (EA). EA menutup Maxis Emeryville, studio utama milik Maxis.

Meskipun saat ini perusahaan Maxis belum benar-benar tutup, namun studio yang orang-orang kenal sebagai kantor Maxis di Emeryville sudah tidak ada lagi.

Pertama kali didirikan pada tahun 1987, nama Maxis santer terdengar berkat game andalan mereka, The Sims series dan Sims City.

Sayangnya, pada 2013 Maxis mengalami kesulitan ekonomi akibat penjualan The Sims 4 dan reboot game Sims City mereka yang gagal.

3. Pandemic (1998 – 2009)

3 B2f7c

Pandemic merupakan perusahaan pengembang game yang bermarkas di Los Angeles. Sepanjang usianya, Pandemic lebih banyak berdiri sebagai perusahaan game Indie.

Studio ini mengerjakan banyak sekali judul-judul game besar ketika mereka masih aktif. Sebut saja Starwars: Battlefront 1 & 2, Full Spectrum Warrior, dan masih banyak lagi.

Didirikan pada tahun 1998, perusahaan ini kemudian dibeli oleh EA pada tahun 2008, bersamaan dengan Bioware.

Sayangnya, Pandemic menjadi korban penyusutan karyawan oleh EA pada tahun 2009 dan harus tutup.

4. Telltale (2004 – 2018)

4 567dc

Sukses dengan game yang laku keras ternyata nggak menjadi jaminan kalau perusahaan akan tetap berdiri. Kamu bisa lihat buktinya melalui Telltale Games.

Perusahaan yang populer akibat game berbasis storyline dengan episode seperti The Walking Dead, The Wolf Among Us, dan lain-lain ini harus gulung tikar pada tahun 2018 kemarin.

Sebelum tutup, Telltale menyisakan 10% karyawan mereka supaya bisa tetap menyelesaikan proyek kerjasama mereka dengan Netflix, yaitu Minecraft: Story Mode.

5. Visceral (1998 – 2017)

5 87e69

Visceral merupakan sebuah perusahaan video game penghasil game-game berlisensi terbaik pada awal hingga pertengahan 2000-an, salah satunya Lord of The Rings: Return of The King.

Nama mereka melejit menjadi developer game kelas atas setelah mereka membuat serial game horor survival, Dead Space 1 & 2.

Kesuksesan Deadspace 1 & 2 membuat EA, pemilik saham Visceral, menjadi tamak. Dead Space 3 kemudian dirilis dengan mode co-op, micro transactions, dan sebagainya.

Ketamakan tersebut berujung pada petaka, geng. Banyak penggemar game Dead Space yang nggak suka dengan sistem Dead Space 3 yang dinilai berbeda dengan seri sebelumnya.

Pada tahun 2017, EA terpaksa harus menutup Visceral akibat beberapa alasan. Wah, sepertinya EA hobi banget merusak franchise game bagus ya, geng.

6. THQ (1990 – 2013)

6 B5339

THQ merupakan sebuah perusahaan game ternama yang bermarkas di California, Amerika Serikat. Didirikan pada tahun 1990 oleh Jack Friedman, THQ harus gulung tikar pada tahun 2013.

Banyak banget game ciptaan THQ yang terkenal. Beberapa game-nya pasti kamu sudah pernah nyobain. Sebut saja Saints Row series, Homefront, Darksiders series, Titan Quest, dan masih banyak lagi.

Setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan finansial, saham anjlok, serta hutang, akhirnya THQ menyatakan bangkrut, geng.

Semua aset milik THQ dilelang dan dilikuidasi. Pada tahun 2014, Nordic Games mendapatkan hak dagang milik THQ setelah mendapatkan beberapa aset dan properti yang dulunya dimiliki oleh THQ.

Nordic Games resmi mengganti namanya menjadi THQ Nordic pada bulan Agustus tahun 2016 lalu.

7. Midway Games (1958 – 2010)

7 9f5f9

Midway Games merupakan perusahaan tertua yang ada di daftar ini, geng. Didirikan pada tahun 1958, Midway awalnya merupakan produsen mesin game arcade.

Pada tahun 1973, Midway beralih ke pasar video game dengan menciptakan game klasik legendaris seperti Space Invaders yang dirilis pada tahun 1978.

Pada tahun 1990-an, Midway mencoba peruntungan dengan masuk ke pasar konsol game rumahan dengan membawa franchise game Mortal Kombat, Rampage, NBA Jam, dan masih banyak lagi.

Sayangnya, Midway mulai mengalami kemunduran ketika memasuki era 2000-an. Pada tahun 2010, Midway resmi mengumumkan kebangkrutan pada publik.

Untung saja, game-game yang awalnya dikembangkan oleh Midway saat ini masih berjaya meskipun sudah berada di bawah publisher baru.

sumber : jalantikus.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *