Terkait Penggelapan Mobil Rental, Penyidik Ranmor Polrestabes Medan Diduga Asal Tangkap dan Tahan

Medan, PK99

FAHRIZAL NASUTION selaku Terlapor dan juga Tersangka berdasarkan STLP  LP/96/I/2019/ Spkt Restabes Medan, tertangal 14 Januari 2019 oleh Pelapor  an. ABDUL LATIF BALATIF. sengaja dikondisikan menjadi Pelaku Tunggal  dan Penyidik melakukan Penangkapan dirumahnya lalu ditahan selama ± 10 Jam lalu dilepas ketika FAHRIZAL NASUTION mau menjual Rumahnya dengan dipaksa dihargai Rp. 200 juta demi mengganti Harga Kijang Innova yang dinilai seharga Rp 150 jt. , dalam kasus Penggelapan Mobil  Kijang Innova BK 1065 KY yang sebenarnya mobil tersebut dibawa lari oleh DODI AFRIANDI dan EDI SUSANTO yang jelas Tertuang pada saat pembuatan Berita Acara Pemeriksaan FAHRIZAL NASUTION didepan Penyidik, tetapi sampai saat ini tidak tersentuh oleh hukum yang disinyalir adalah Sindikat Penggelapan Mobil Rental,

Menurut Pengacara Kondang Kota Medan Rustam Tambunan S.H, bahwa Klientnya  adalah korban perlakuan semena-mena oleh Penyidik Pembantu Bripda. Della Ayuza tanpa melakukan Penyelidikan dan Penyidikan yang mendalam dalam kasus Penggelapan Mobil tersebut kemana larinya mobil tersebut, karena Laporan Pelapor bukanlah laporan Kehilangan Uang Tetapi Kehilangan Mobil. Dan kami selaku Penasehat Hukum mengkonfirmasi kepada Penyidik dan Penyidik Pembantu Bripda. Della Ayuza tersebut menyatakan bahwa Tersangka ditangkap dan dilakukan Penahanan ± selama 10 Jam lalu dilepas setelah adanya Perdamaian dengan Cara Menjual Rumah Tersangka seharga 200 jt kepada ABDUL LATIF BALATIF  demi menebus harga mobil yang raib tersebut  seharga Rp.150 jt sisanya diambil Rp.15 jt sebagai uang Jaminan Penangguhan Penahanan dan sebagai Penjaminnya adalah Pelapor.

Berdasarkan Keterangan Penyidik Tersebut kami mendalami perkara tersebut dan diduga telah terjadi Perbuatan sewenang –wenang oleh Penyidik yang asal Tangkap asal Tahan dan Langsung terjadi Jual Beli Rumah kepada Pelapor dengan Harga Murah yang dimana Rumah Tersebut harga Pasarannya diatas 350 jt, tetapi demi lepas dengan terpaksa FAHRIZAL NASUTION menjual rumahnya dengan harga murah yang dilakukan didalam ruangan Penyidik Ranmor Polrestabes Medan dan yang paling aneh dan lucunya sebagai Penjamin adalah Pelapor bukan keluarga Terlapor.

Kalau ditahan Klient Kami mengapa DODI AFRIANDI dan EDI SUSANTO tidak ditahan dan bebas melenggang sampai sekarang padahal sudah jelas di dalam BAP bahwa Mobil Itu diserahkan kepada DODI AFRIANDI dan EDI SUSANTO  dirumah ABDUL LATIF BALATIF untuk dirental  mulai tanggal 15 Juli s/d 18 Juli 2018 tetapi tidak dikembalikan Kepada ABDUL LATIF BALATIF, posisi  Klient Kami hanya sebagai Perantara dan Hanya mendapat keuntungan Rp.50 rb. dalam memperkenalkan orang yang mau merental mobil tersebut.

Penyidik Pembantu Bripda. Della Ayuza dalam menangani Perkara ini memang tidak serius dan tidak Proffesional, Modern Terpercaya sesuai Pesan dan Motto KAPOLRI, sudah berulang kali kami selaku Penasehat Hukum Tersangka dan sudah 4 (empat) kali menjumpai Penyidik diruangannya tetapi tidak lagi ketemu untuk meminta Surat Penangkapan, Surat Penetapan Tersangka, Surat Penangguhan Penahananya sebagai Hak Tersangka  tetapi tidak ada selalu ditempat dengan alasan sakit, alasan hari Polwan dan disuruh menjumpai Panit lalu disuruh menjumpai Kanit dan seterusnya sampai akhirnya sampai saat ini Surat yang Kami minta tersebut tak jelas, padahal Surat itu Kegunaannya agar kami dapat segera Melalukan Gugatan Praperadilan terhadap Penetapan Tersangka Klient kami tersebut  dan berkoordinasi dengan Propam Polda jika ditemukan Pelanggaran Proffesi yang dilakukan Penyidik tersebut, dalam keterangannya sebagai Penasehat Hukum Tersangka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *